Kereta, Dari Kuda Sampai Ribuan Kabel

Restora  
'Wagonways'. Foto : timetoast.com
'Wagonways'. Foto : timetoast.com

KERETA - Bepergian menggunakan kereta api pastinya sudah tidak asing lagi. Berangkat ke tempat kerja, pulang kampung, atau sekadar pelesir ke berbagai obyek wisata di daerah. Dalam setiap perjalanan tersebut, mungkin tak banyak yang menyadari kalau kereta yang dikenal sekarang ini sudah melewati lompatan waktu ribuan tahun.

Jenis kereta yang pertama kali dikenal dunia terdokumentasi sebagai 'wagonways'. Bentuknya mirip pedati yang sering dijumpai di banyak pedesaan di Indonesia. Bedanya, 'wagonways' terdiri atas dua sampai tiga gerobak, dan berjalan dengan cara ditarik, baik dengan manusia atau hewan (kuda atau sapi). Rodanya bisa digerakkan dengan cara membabat rerumputan hingga ditemui permukaan tanah datar, sehingga membentuk sebuah 'track'. Situs centraltrains menyebutkan 'wagonsways' di tercatat ada di wilayah Assyria, Babylonia, dan Persia. Sementara situs timetoast menyebut 'wagonways' merupakan karya Huntingdon Beaumont, di Inggris, pada 1603. Pada masa itu, 'wagonways' lebih sering digunakan untuk mengangkut barang dagangan atau hasil tambang.

Dalam perkembangannya, 'wagonways' mulai berubah bentuk setelah pada 1698, hampir seratus tahun kemudian, Thomas Savery menemukan mesin uap pertama. Meski tidak ditujukan untuk menggerakkan kendaraan, namun penemuan ini menginspirasi penemu-penemu lain. Sampai sekitar 74 tahun kemudian, pada 1774, James Watt (Skotlandia) menciptakan mesin uap stasioner pertama di dunia. Maka lokomotif pun hadir. Tapi, lokomotif ini belum memiliki kemampuan menarik gerbong. Lokomotif yang benar-benar mampu menarik gerbong baru hadir pada 1804, sekitar 30 tahun setelah temuan Watt, kreasi Richard Trevithick (Inggris). Saat itu, Richard bahkan tercatat mampu menuntaskan perjalan kereta uap pertama dengan menarik lima gerbong, sepuluh ton besi, dan 70 penumpang. Namun, kerja Richard tersebut tidak diakui karena masih ditemukan banyak kelemahan.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

'Locomotion No. 1'. Foto : timetoast.com
'Locomotion No. 1'. Foto : timetoast.com

Tahun-tahun berikutnya, penemuan lain terus bermunculan, dengan mengadaptasi hasil kerja penemu sebelumnya. Dan temuan fenomenal yang kemudian mendunia adalah temuan George Stephenson (Inggris), yang dikenal dengan nama 'Locomotion No. 1' dan tercatat sebagai kereta uap publik pertama di dunia, dengan rel membentang antara Stockton dan Darlington di Inggris pada 1825. George kemudian membuat rel antarkota pertama dunia, yaitu antara Liverpool dan Manchester pada 1830. George pun dikenal sebagai 'Father of Railways', setidaknya di Inggris. George pun mengkomersialisasikan temuannya untuk tujuan transportasi publik.

Maka, perkembangan kereta sebagai alat transportasi pun semakin pesat. Sampai pada 1880, ketika Werner von Siemens (Jerman), kereta trem listrik dengan kabel listrik di atas, di Berlin. Temuan inilah yang selanjutnya berkembang pesat lantaran dinilai lebih praktis. Dekade-dekade berikutnya, sistem inilah, termasuk tenaga diesel, yang terus dikembangkan hingga lahirnya kereta-kereta modern seperti sekarang yang mencakup ribuan utas kabel.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Kategori

× Image